Tertangkap Basah Tanpa Ijin, 14 WNA Asal Afrika Diamankan

Tower Orchid, lantai 9 di Apartemen Green Pramuka City mendadak sangat ramai. Beberapa petugas berseragam tampak mencari beberapa penghuni dan bertanya macam-macam hal. Mereka terlihat sangat serius dan bersikap tegas. Di sisi lain beberapa penghuni yang berperawakan asing dengan tinggi di atas rata-rata dan warna kulit yang cukup gelap keluar dari dalam unit. Mereka masing-masing memberikan keterangan lebih lanjut kepada para petugas. Jumlah mereka cukup banyak, mencapai hingga 14 orang dan berasal dari 12 unit yang berbeda-beda. Rupanya mereka semua bukan warga negara Indonesia, tetapi setelah ditanya lebih lanjut berasal dari negara Afrika.

WNA Tanpa Surat Ijin

Awalnya pihak imigrasi mendapat sejumlah laporan dari penduduk di seputar unit tersebut. Dikatakan ada beberapa warga negara asing yang tiba-tiba menempati unit yang ada di lantai 9 Tower Orchid tadi. Hal ini meresahkan beberapa warga sekitar karena sedikit banyak merasa lebih terganggu dengan keberadaan para WNA tersebut. Beberapa warga bahkan merasa curiga para WNA ini tidak memiliki izin tinggal yang semestinya.

Akhirnya pihak imigrasi memutuskan untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Bersama sejumlah petugas serta jajaran instansi dan dinas terkait, hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019 lalu mereka mendatangi lokasi yang disebutkan. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata laporan tersebut benar adanya. Tercatat mencapai hingga 14 warga negara asing dari Afrika menempati 12 unit yang ada di lantai 9 Tower Orchid. Celakanya, hampir keseluruhan dari para WNA ini saat ditanya tidak bisa menunjukkan surat izin resmi yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Mereka berdalih sedang melakukan perjalanan wisata, namun belakangan diketahui bila ada juga yang berada di Jakarta untuk urusan pekerjaan.

Tanpa menunggu lebih lanjut, maka pihak imigrasi memutuskan untuk membawa para WNA ini ke rumah detensi imigrasi. Apalagi saat mengetahui banyak yang tidak memiliki paspor dan tidak bisa menunjukkan identitas resmi mereka. Dikhawatirkan jika tidak demikian, maka para WNA ini dapat meresahkan warga di sekitarnya.

Konfirmasi Pengelola Apartemen Green Pramuka City

Di konfirmasi lebih lanjut akan kejadian tersebut, pihak pengelola Apartemen Green Pramuka City membenarkan akan kejadian tersebut. Head of Communication Apartemen Green Pramuka City, Lucida Sinaga mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa dan ternyata benar ada sejumlah WNA yang menempati sejumlah unit di Apartemen Green Pramuka City. Lebih lanjut Lucida mengatakan bahwa pihaknya dari awal tidak memperoleh informasi akan ijin tinggal yang dimiliki oleh para WNA tersebut. Apalagi karena mereka menempati unit melalui broker-broker sewa unit illegal yang bekerja secara online.

Hal ini tentu menjadi tugas lebih lanjut dari pihak pengelola Apartemen Green Pramuka City. Supaya di kemudian hari kejadian serupa tidak perlu terjadi lagi. Terutama jika hal ini mulai meresahkan penghuni unit lainnya yang memiliki izin dan kepemilikan resmi yang terdaftar. Dari pihak pengelola, kedepan akan lebih ketat melakukan pemeriksaan identitas dan ijin tinggal, sehingga keamanan dan kenyamanan di seputar Apartemen Green Pramuka City tetap kondusif seperti semula.

Hingga saat ini, 14 orang WNA tersebut masih dipertanyakan nasibnya. Meskipun menurut konfirmasi ada 3 orang yang dilepaskan karena dapat menunjukkan paspor, namun 11 orang lainnya masih tetap berada di rumah detensi. Masih belum diketahui apa yang akan dilakukan pihak imigrasi pada imigran gelap tersebut. Yang pasti menurut hukum mereka wajib dipulangkan ke negara asalnya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of