Kondisi Politik Berpengaruh Terhadap Pasar Properti

Pihak Pengembang hunian Apartemen Green-Pramuka City telah menilai bahwa stabilnya pemerintahan Joko Widodo beserta Jusuf Kalla sudah berimbas positif kepada membaiknya tingkat daya beli para masyarakat terutama terhadap aspek pasar properti. Pasar properti itu sendiri sempat lesu di tahun 2014 dan juga tahun 2015. Pihak Komisaris dari PT. Duta Paramindo Sejahtera yaitu Eddy Hartono menuturkan bahwa pada tahun 2016 akhir sampai sekarang pasar properti ini mulai membaik dan semakin berkembang, terutama dari sejak adanya kebijakan mengenai amnesti pajak serta penurunan terhadap suku bunga. Meski begitu tetap harus diwaspadai terhadap musim pemilu tahun 2019 nanti yang tentunya sudah di depan mata.

Tetapi beliau yakin bahwa pemerintahan sekarang ini bisa sangat stabil, terdapat banyak pemangkasan terhadap izin maupun terhadap birokrasi. Selain itu pemerintahan sekarang konsisten juga terhadap pembangunan berbagai infrastruktur yang integrasi terhadap kawasan hunian serta aspek bisnis. Tidak hanya itu, apalagi pihak Bank Indonesia juga memberikan penurunan terhadap tingkat suku bunga ataupun pembayaran terhadap uang muka. Dengan hal tersebut maka tentunya bisa membawa angin yang segar bagi para konsumen. Terutama bagi mereka yang hendak mempunyai rumah pertama dengan lokasi yang dekat pusat kota.

Dari dukungan nyata pihak pemerintah dalam mendukung masyarakat berpenghasilan terbatas supaya bisa memiliki hunian tempat tinggal pertama ini akan berpengaruh positif terhadap pasar properti. Hal tersebut menjadikan Indonesia bisa menjadi lingkup pasar properti menjanjikan, bahkan bisa juga menjadi yang paling terbaik di antara berbagai negara-negara ASEAN. Eddy berpendapat juga bahwa kebijakan konsisten dapat mempermudah pengembangan properti untuk menerapkan proyeksi bisnis secara jangka panjang. Saat pemerintah stabil, maka dunia bisnis menjadi diuntungkan juga karena aspek proyeksi bisnis bisa lebih stabil. Tidak hanya itu, biaya proyek juga bisa lebih terukur, semakin banyaknya lapangan kerja dan juga para pencari kerja juga tentunya akan lebih banyak diserap.

Sampai sekarang ini pihak PT. Duta Paramindo Sejahtera terus berkonsentrasi untuk menyelesaikan semua tower hunian Apartemen Green-Pramuka City pada lahan yang seluas 12,9hektar. Ditargetkan pada kawasan hunian Apartemen Green-Pramuka City ini dibangun 17 buah tower dengan unit totalnya sekitar 17ribu. Dengan melihat situasi yang kondusif seperti itu, pihak hunian Apartemen Green-Pramuka City melakukan perencanaan akan meluncurkan bangunan tower berikutnya di tahun 2018 nanti. Konsep serta desain akan disesuaikan dengan aspek kebutuhan pelanggan serta mengikuti tren properti terkini. Hal tersebut tentunya saja selaras terhadap semangat untuk bisa segera menyelesaikan aspek pembangunan di kawasan hunian Apartemen Green-Pramuka City ini secepatnya.

Hunian Apartemen Green-Pramuka City itu sendiri bertempat di Jakarta Pusat dan merupakan sebuah Apartemen yang kawasannya dibangun di atas lahan dengan luas sekitar 12,9 Hektar. Lingkungan pada kawasan Green Pramuka ini memiliki konsep tertentu yaitu Superblok, konsep One Stop Living dan juga konsep Green Living untuk para penghuninya. Dengan tidak ditinggalkannya konsep awal pada proyek Green Pramuka ini, yaitu konsep strategis. Hunian Green Pramuka ini berlokasi strategis yaitu merupakan pertemuan antara 3 wilayah di Jakarta yaitu wilayah Jakarta Pusat, wilayah Jakarta Utara, serta wilayah Jakarta Timur. Kawasan hunian Green Pramuka ini mudah dijangkau lewat akses gerbang di Tol Cempaka-Mas, Tol Rawamangun, dan juga Tol Sunter. Hunian Green Pramuka ini juga dibangun dengan memakai konsep hijau yaitu dengan 80 persen ruang terbuka serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of