Dukungan dari Pakar Sinematografi dan Filmaker dalam Lomba Drone GPC

GPC atau Green Pramuka City adalah kawasan yang asri dan memberikan kenyamanan bagi para penghuninya. Tak heran jika lokasi ini menjadi tempat yang cocok untuk aneka lomba outdoor. Dengan kemudahan akses dan strategisnya lokasi, salah satu agenda yang telah dilaksanakan adalah lomba drone.

Review Lomba Drone Deadline 25 November 2019

Tanggal 25 November 2019 menjadi momen yang penting bagi para penggiat drone. Pasalnya, GPC membuat lomba yang berhubungan dengan drone. Adapun lomba ini juga erat kaitannya dengan sinematografi serta film maker. Mengapa demikian? Karena salah satu fungsi drone adalah untuk memaksimalkan pengambilan gambar untuk sinema maupun video.

Lomba drone disambut baik oleh masyarakat Indonesia bahkan jumlah peserta yang mengikuti ini lebih dari 60 peserta. Dari jumlah tersebut, dapat disimpulkan bahwa lomba ini memang disambut oleh antusiasme dari para peserta. Bukan hanya itu saja, masyarakat yang masih awam dengan drone juga banyak yang menyukai lomba tersebut. Tidak heran jika banyak yang menonton acara tersebut di GPC.

Kompetisi ini bagi yang mengikutinya ada syarat yang harus dipenuhi yaitu paling telat mengirimkan video pada tanggal 25 November 2019. Ya, acara tersebut diagendakan dengan deadline tanggal 25 November 2019. Pada tanggal itu pula, dewan juri mulai menilai bagaimana video yang cocok untuk dijadikan pemenang.

Memangnya, apa saja kriteria pemenang dari para juri? Intinya, gambar dan video yang diambil harus detail, memiliki nilai estetika, dan tidak kabur. Ya, memang mengambil gambar yang tidak kabur cukup sulit dilakukan dari atas. Apalagi dengan adanya drone yang terus berjalan dan beroperasi.

Video ini harus dikirim melalui skygrapher.id. Tentunya, cara ini akan sangat membantu bagi para peserta yang suka dengan teknologi kekinian. Kemudahan ini juga bisa diakses dengan cepat apalagi dengan internet yang mendukung.

Penyuka Drone Wajib Ikut

Dengan adanya review acara yang diselenggarakan di Green Pramuka City ini, maka diharapkan pada kesempatan mendatang para penyuka drone wajib ikut. Apalagi, GPC adalah tempat yang sangat strategis untuk mengikuti lomba. Jadi, itulah yang sangat menyenangkan dari lomba kemarin.

Ke depannya, diharapkan lomba ini akan dapat menjadi suatu kesempatan bagi para pecinta tekno untuk mengikuti lomba sejenis. Jadi, bukan hanya mengembangkan bakat yang berhubungan dengan sinematografi saja, tetapi juga kemampuan uploading video dengan menggunakan website tertentu.

Kriteria dasar yang dilihat dari karya para remaja Indonesia ini ialah segi story tellingnya. Apakah pesan yang ingin disampaikan peserta bisa dimengerti oleh dewan juri atau tidak. Tentunya dewan juri tak sembarangan menentukan siapa pemenang kompetisi ini. Inilah yang menarik dari lomba yang diadakan oleh para pecinta videografi tersebut.

Story telling memang dapat diceritakan dalam berbagai cara. Salah satunya adalah dengan video. Video adalah adegan yang terekam dengan maksimal, jadi para pengambil video tentu bisa semakin memberikan banyak pesan moral serta amanat. Bram mengatakan gelar juara akan diperoleh bagi siapa yang membuat karyanya berbeda dengan karya yang lain. Akan dipilih 3 orang sebagai pemenang untuk diberikan hadiah.

Bahkan, para ahli sinematografi mendukung penuh adanya acara ini. Ternyata, respon dari masyarakat terkait dengan lomba ini sangat positif. Mulai dari orang awam, peserta, ahli dan bahkan juri juga sangat bersemangat dalam mengikuti lomba tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of